STRATEGI PEMASARAN JASA-MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN
STRATEGI
PEMASARAN JASA
Abstrak
Hal yang tidak boleh dilupakan
dan merupakan bagian penting dari pemasaran dan sangat berpengaruh bagi
kelangsungan produksi barang atau jasa adalah bagaimana strategi yang dibuat
oleh perusahaan dalam memasarkan produk / jasanya. Dengan strategi pemasaran
produk / jasa yang efektif maka
peningkatan perusahaan akan banyaknya pelanggan atau konsumen yang menggunakan
produk / jasa semakin bertambah dan mendapatkan hasil yang positif. Khususnya
dalam pemasaran jasa memiliki strategi yang sangat berbeda dengan pemasaran
produk atau barang. Ada cara sendiri yang digunakan dalam mempromosikan dan
bagaimana pemosisian terhadap pemasaran jasa itu sendiri. Bagaimana menunjukan
edukasi pelanggan yang berbeda dengan pemasaran barang / produk yang berlaku di
pasar.
1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sektor jasa mengalami perkembangan yang dramastis pada dekade terakhir dominasi sektor jasa pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto mengalami peningkatan.Hal ini ditunjukan degan 60% lebih PDB eropa dikuasai oleh sektor jasa.Di Amerika data menunjukan bahwa porsi tenaga kerja yang bekerja di sektor jasa meningkat 30% pada tahun 1900an menjadi 74% pada tahun 1984 dan pada tahun 2000an lebih meningkat dari pada itu.
Bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia
sektor jasa mengalami peningkatan yang cukup pesat.Di buktikan dengan sektor
jasa pada tahun 1900an sudah menyumbang 35% dari PDRB nasional dan pada tahun
2000an lebih meningkat lagi.Hal inilah yang mendorong penulis ingin menelaah
lebih jauh lagi tentang perkembangan industri jasa dan faktor-faktor yang
paling diperlukan dalam industri jasa Nasional.
Berbagai cara
atau strategi yang digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan pemasaran
jasanya. Terlebih adalah bagaimana menciptakan peluang pasar jasa yang
signifikan di era modernisasi yang serba canggih seperti sekarang ini ditambah
dengan banyaknya akses yang dapat menunjang serta persaingan yang makin marak
dalam pemasaran jasa ini.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Masalah yang ada dapat
dirumuskan dengan beberapa kajian atau rumusan seperti yang diuraikan sbb :
1. Bagaimana Strategi pemasaran
jasa yang digunakan
2. Bagaimana pemosisin dan
perancangan jasa te3rsebut
3. Bagaimana unsur yang dapat
dilengkapi dalam produk jasa
4. Bagaimana edukasi dan promosi
jasa.
1.3 TUJUAN
Dari beberapa rumusan masalah yang terjadi tersebut memiliki beberapa
tujuan yang hendak dicapai baik bagi kami sebagai penyusun maupun bagi pembaca
umumnya :
·
Bagi Kami sebagai penyusun
Semakin memahami apakah
yang dimaksud dengan strategi pemasaran jasa. Langkah–langkah apa saja yang
dapat diterapkan dalam meningkatkan volume pendapatan dari pemasaran jasa.
Tujuan lain adalah ssebagai acuan dan pembelajaran bagi kami dalam memahami
bagaimana memberikan edukasi pelanggan dan promosi yang baik dalam pemasaran jasa.
·
Bagi Pembaca
Dalam hal ini pembaca
juga mendapatkan pembelajaran yang sama dari apa yang telah kami susun dan
kiranya dapat memberikan input positif kepada kami berupa saran maupun
kritiknya.
II. PEMBAHASAN
2.1 STRATEGI PEMASARAN JASA
Strategi pemasaran adalah
serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Tujuan akhir dan konsep, kiat dan strategi pemasaran adalah kepuasan
pelanggan sepenuhnya (“total Customer Statisfaction”). Kepuasan pelanggan
sepenuhnya bukan berarti memberikan kepada apa yang menurut kita keinginan dari
mereka, tetapi apa yang sesungguhnya mereka inginkan serta kapan dan bagaimana
mereka inginkan. Atau secara singkat adalah memenuhi kebutuhan pelanggan.
Sebelum meluncurkan suatu produk baru ke pasar, sebuah perusahaan
hendaknya merancang suatu strategi yang baik untuk produk tersebut agar produk
yang dihasilkannya dapat mencapai sasaran yang diinginkan. Strategi pemasaran
adalah rencana untuk memperbesar pengaruh terhadap pasar, baik dalam jangka
pendek maupun jangka panjang, yang didasarkan pada riset pasar, penilaian,
perencanaan produk, promosi dan perencanaan penjualan serta distribusi.
Salah satu strategi pemasaran yang dapat diambil oleh perusahaan adalah bauran
pemasaran (marketing mix).
Dalam menjalankan bisnis jasa, juga
dibutuhkan adanya strategi pemasaran. Namun sebelum menentukan strategi
pemasaran yang akan digunakan, perlu diperhatikan bahwa strategi pemasaran
jasa berbeda dengan strategi pemasaran bisnis yang menyediakan produk atau
barang. Bisnis jasa lebih cenderung
memberikan pelayanan kepada konsumen dengan berhubungan langsung, oleh karena itu
bisnis jasa mengukur keberhasilan strategi pemasaran dengan tingkat kepuasan
yang diperoleh konsumen.
Berikut
langkah langkah yang dapat diterapkan dalam strategi pemasaran jasa :
1.Berikan pelayanan secara efisien.Dengan memberikan
pelayanan yang cepat dan tepat sesuai dengan harapan konsumen, secara tidak
langsung mampu mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang
kita tawarkan. Karena biasanya konsumen tidak suka jika menunggu terlalu lama
pelayanan yang mereka harapkan.
2. Dalam menjalankan pemasaran jasa, adanya peran
karyawan yang menangani konsumen dengan baik merupakan daya tarik tersendiri
bagi para konsumen. Kinerja karyawan menentukan citra perusahaan jasa.
3. Tinggi rendahnya harga yang ditawarkan pelaku
bisnis jasa sebaiknya di sesuaikan dengan besar kecilnya manfaat yang diperoleh
konsumen dari produk jasa yang kita tawarkan. Semakin besar manfaat atau nilai
yang dirasakan konsumen, semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan
konsumen.
4. Gunakan perkembangan teknologi serta inovasi untuk
menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan solusi terbaik bagi para
konsumen. Semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin cepat pula
pelayanan yang diberikan untuk konsumen.
5. Sesuaikan budaya yang berkembang saat ini. Bisnis
jasa juga dipengaruhi dengan budaya yang berkembang saat ini.
6. Memuaskan Keluhan Pelanggan Kecepatan pelayanan
terhadap pelanggan akan menjadi pendukung dalam memasarkan jasa. Pada saat
konsumen kita mendapati masalah pada pelayanan jasa kita, maka kita harus siap
mengatasinya dengan pelayanan yang terbaik. Berikan dan layanilah dengan
terbaik untuk menghilangkan kekecewaan yang dirasakan oleh konsumen agar mereka
senang dengan pelayanan kita.
7. Manjakan Pelanggan Untuk Media Marketing Kita Ada
banyak cara untuk memanjakan pelanggan. Pastinya ada beberapa layanan tambahan
yang mesti kita berikan, misalnya penggunaan layanan sofware accounting dalam
sebulan, layanan database atau layanan penyimpanan data, dll. Dengan begitu
maka pengalaman pelanggan ini secara otomatis akan dia ceritakan ke teman2nya.
8. Berikan reward atas referensi pelanggan. Apabila
kita mendapat konsumen baru dari hasil referensi pelanggan, maka berikanlah
komisi dalam jumlah tertentu sebagai imbalan memberikan kontribusi dalam mencarikan
konsumen.
2.2 PEMOSISIAN
DAN PERANCANGAN JASA
A.PEMOSISIAN
Setelah
strategi jasa dikenali, perusahaan harus memutuskan bagaimana memposisikan
produknya secara efektif konsep
pemosisian melibatkan penetapan tempat yang berbeda dalam pikiran pelanggan
dalam kaitannya dengan produk-produkpesing. Jack trout menyaring esensi
pemosisian menjadi emapat prinsip berikut:
1) Suatu
perusahaan harus membangun posisi dalam pikiran pelanggan yang dibidiknya
2) Posisi itu
harus tunggal, dengan memberikan pesan yang sederhana dan konsisten.
3) Posisi itu
harus membedakan perusahaan dari pesaing-pesaingnya
4) Suatu
perusahaan tidak dapat menyediakan semuanya untuk semua orang ia harus
memfokuskan ucapanya:
B. PERANCANGAN
JASA
Sebagian besar definisi mengenai jasa menekankan sifat
jasa yang tidak dapat diraba. Dikatakan bahwa jasa adalah sesuatu yang
diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan. Jadi, jasa tidak pernah ada hanya
hasilnya dapat diamati sesudah jasa itu dilakukan.
Perancangan
produk dan perancangan jasa tidak mempunyai perbedaan secara mendasar, hanya
dalam suatu organisasi jasa, pelayanan yang diberikan merupakan “produk”-nya.
Faktor-faktor
keputusan yang Perlu Dipertimbangkan dalam Perancangan Jasa
Organisasi-organisasi
jasa harus memutuskan beberapa faktor kunci pelayanannya, yang secara ringkas
dapat diperinci sebagai berikut :
1.
Lini pelayanan yang ditawarkan.
Organisasi
jasa harus memutuskan seberapa luas lini pelayanan yang akan ditawarkan.
Sebagai contoh, perusahaan asuransi harus memutuskan apakah akan menawarkan
asuransi kehidupan atau kekayaan, atau keduanya.
2.
Ketersediaan pelayanan
Perusahaan
harus menentukan lokasi fasilitas-fasilitas untuk memberikan pelayanan yang
baik, apakah satu lokasi terpusat atau tersebar di berbagai daerah.
3.
Tingkat pelayanan.
4.
Organisasi harus menyeimbangkan antara tingkat pelayanan yang diberikan kepada
para langganannya dengan kebutuhan untuk beroperasi secara ekonomik pada saaat
yang sama.
5.
Garis tunggu dan kapasitas pelayanan.
Salah satu
pertimbangan yang paling penting disain jasa adalah keputusan-keputusan yang
menyangkut antara biaya waktu yang dikeluarkan konsumen untuk menunggu dan
dilayani dengan biaya penyediaan kapasitas pelayanan yang lebih besar untuk
mengurangi waktu menunggu.
- Kerangka
Rancangan Jasa
Kerangka
ini, merupakan segitiga jasa, mengasumsikan adanya empat unsur yang perlu
diperhatikan dalam memproduksi jasa. Unsur-unsur itu adalah :
v Pelanggan
v Strategi
v Manusia
v Sistem
Pelanggan
tentu berada dipusat dari segitiga jasa, karena jasa harus selalu berpusat
kepada pelanggan. Manusia adalah karyawan dari perusahaan jasa yang
bersangkutan. Strategi adalah pandangan atau filosofi yang dipakai untuk
mengarahkan segala aspek dari penyerahan jasa. Sistem adalah sistem fisik dan
prosedur yang dipakai.
Garis
penghubung dari pelanggan ke strategi menunjukkan bahwa strategi harus
memperhatikan pelanggan terlebih dahulu dengan cara memenuhi kebutuhan yang
sebenarnya. Garis dari pelanggan ke sistem menunjukkan bahwa sistem hendaknya
dirancang dengan mengutamakan pelanggan. Garis dari pelanggan ke manusia
menunjukkan bahwa setiap orang hendaknya: bukan saja orang-orang di bagian
operasi yang menyerahkan jasa, tetapi seluruh orang dalam organisasi. Garis dari
manusia ke sistem menunjukkaan bahwa orang untuk menyerahkan jasa yang baik
bergantung pada sistem. Garis dari strategi ke sistem menunjukkan bahwa sistem
hendaknya mengikuti strategi secara logik. Garis dari strategi ke manusia
menunjukkan bahwa setiap orang dalam organisasi hendaknya memahami orang di
baris depan yang memberikan layanan jasa sering kali dipisahkan dari strategi.
- Menetapkan
Strategi dan Produk Jasa
Strategi jasa menetapkan dalam
bisnis apa anda bergerak. Strategi ini memberikan pedoman untuk merancang
produk, sistem penyerahan dan pengukuran. Strategi jasa memberikan suatu
pandangan tentang macam dan jenis jasa apa yang akan disajikan oleh perusahaan.
2.3 EDUKASI PELANGGAN DAN PROMOSI
JASA
Promosi pemasaran
berperan bagi perusahaan jasa tidak hanya sekedar memberikan informasi penting
mengenai produk jasa yang ditawarkan perusahaan, tetapi juga sangat bermanfaat
untuk mempengaruhi dan membujuk konsumen untuk membeli jasa perusahaan
dibanding pesaing. Untuk melakukan kegiatan promosi ini dengan optimal
perusahaan jasa dapat menggunakan bauran promosi yang terdiri dari periklanan
(advertising), Penjualan Langsung (personal selling), promosi penjualan (sales
promotion), PR (public relation), informasi dari mulut ke mulut (word of
mouth), Pemasaran Langsung (direct marketing), dan publikasi.
1
) PENGERTIAN PROMOSI
Promosi merupakan salah satu
variabel dalam bauran pemasaran yang penting untuk dilaksanakan oleh perusahaan
dalam memasarkan barang dan jasa. Kegiatan promosi bukan hanya berfungsi sebagai
alat untuk mempengaruhi konsumen, melainkan juga sebagai alat untuk
mempengaruhi konsumen dalam kegiatan pemasaran.
Promosi digunakan untuk
menginformasikan kepada orang mengenai produk-produk dan meyakinkan para
pembeli dalam pasar sasaran suatu perusahaan, organisasi saluran, dan
masyarakat umum untuk membeli barangnya. Alma (2000:135) mengatakan bahwa:
“Promosi adalah sejenis komunikasi yang memberi penjelasan yang meyakinkan
calon konsumen tentang barang dan jasa”.
Tujuan promosi adalah memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen.
Suatu kegiatan promosi jika dilaksanakan dengan baik dapat mempengaruhi konsumen mengenai dimana dan bagaimana konsumen membelanjakan pendapatannya. Keuntungan bagi produsen adalah promosi dapat menghindarkan persaingan berdasarkan harga, karena konsumen membeli barang lebih dikarenakan tertarik dengan merknya.
Tujuan promosi adalah memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen.
Suatu kegiatan promosi jika dilaksanakan dengan baik dapat mempengaruhi konsumen mengenai dimana dan bagaimana konsumen membelanjakan pendapatannya. Keuntungan bagi produsen adalah promosi dapat menghindarkan persaingan berdasarkan harga, karena konsumen membeli barang lebih dikarenakan tertarik dengan merknya.
2)
VARIABEL-VARIABEL PROMOSI
Perangkat promosi yang kita kenal
atau biasanya disebut promotional mix menurut Carvens alih bahasa salim
(1998:77) “adalah terdiri dari periklanan, personal selling, sales promotion,
public relation, publisitas, dan direct marketing”. Model dari
variabel-variabel itu antara lain:
a. Periklanan (Advertising)
a. Periklanan (Advertising)
Adalah “setiap bentuk presentasi
dan promosi ide, barang atau jasa oleh sponsor tertentu”. (Carvens 1998:77)
Iklan biasanya bertanggung jawab
untuk menciptakan kesadaran akan suatu produk baru.
Peranan periklanan pada pemasaran jasa adalah untuk membangun kesadaran (awareness) terhadap keberadaan jasa yang ditawarkan, untuk menambah pengetahuan konsumen tentang jasa yang ditawarkan, untuk membujuk calon konsumen untuk membeli atau menggunakan jasa tersebut, dan untuk membedakan diri perusahaan satu dengan yang lain (differentiate service) yang mendukung positioning jasa[ Kasali (2005) menyatakan bahwa positioning merupakan strategi komunikasi untuk memasuki jendela otak konsumen, agar produk/jasa/merek/nama organsasi mengandung arti tertentu yang dalam beberapa segi mencerminkan keunggulan terhadap produk/jasa/merek/nama organsasi lain dalam bentuk hubungan assosiatif.]. (Lupiyoadi 2001:108).
Peranan periklanan pada pemasaran jasa adalah untuk membangun kesadaran (awareness) terhadap keberadaan jasa yang ditawarkan, untuk menambah pengetahuan konsumen tentang jasa yang ditawarkan, untuk membujuk calon konsumen untuk membeli atau menggunakan jasa tersebut, dan untuk membedakan diri perusahaan satu dengan yang lain (differentiate service) yang mendukung positioning jasa[ Kasali (2005) menyatakan bahwa positioning merupakan strategi komunikasi untuk memasuki jendela otak konsumen, agar produk/jasa/merek/nama organsasi mengandung arti tertentu yang dalam beberapa segi mencerminkan keunggulan terhadap produk/jasa/merek/nama organsasi lain dalam bentuk hubungan assosiatif.]. (Lupiyoadi 2001:108).
b.
Promosi penjualan (Sales promotion)
Adalah “semua kegiatan yang dimaksudkan untuk
meningkatkan arus barang dan jasa dari produsen sampai pada akhirnya”. (Lupiyoadi
2001:109).
Promosi penjualan terdiri dari
berbagai kegiatan promosi antara lain peragaan penjualan, kontes, pemberian
sampel, display titik pembelian, pemberian insentif, dan kupon. Ada tiga
manfaat pokok yang ditawarkan promosi penjualan (Chandra 2002:176):
(1)
Komunikasi, yaitu memberikan informasi yang dapat menarik perhatian konsumen
agar tertarik untuk membeli produk.(2) Insentif, berupa kontribusi, konsesi,
atau dorongan yang dapat bernilai tambah bagi pelanggan.(3) Invitasi, yang
mengharapkan agar konsumen segera melakukan transaksi pembelian.
2.4 PERILAKU PELANGGAN
DALAM PEMASARAN JASA
Jenis-jenis
Tingkah laku Keputusan Pembelian
Semakin
kompleks keputusan yang harus diambil biasanya semakin banyak pertimbangannya
untuk membeli. Adapun jenis-jenis tingkah laku membeli konsumen berdasarkan
pada derajat keterlibatan dan tingkat perbedaan antara merek menurut Kotler
dalam Hendra (2001:160), yaitu:
a. tingkah laku membeli yang komplek
a. tingkah laku membeli yang komplek
b.
tingkah laku membeli yang mengurangi ketidakcocokan.
c.
tingkah laku membeli yang mencari variasi
d.
tingkah laku membeli yang menjadi kebiasaan.
Penjelasan
jenis-jenis tingkah laku tersebut adalah sebagai berikut:
Ø
Tingkah
laku membeli yang kompleks
Tingkah
laku membeli konsumen dalam situasi yang bercirikan keterlibatan tinggi
konsumen dalam pembelian dan perbedaan besar yang dirasakan diantara
merek.Pembeli ini akan melewati proses pembelajaran, pertama mengembangkan
keyakinan mengenai produk, kemudian sikap, dan selanjutnya membuat pilihan
membeli yang dipikirkan masak-masak. Pemasar dari produk yang banyak melibatkan
peserta harus memahami tingkah laku pengumpulan informasi dan evaluasi dari
konsumen yang amat terlibat. Mereka perlu membantu pembeli belajar mengenai
atribut kelas produk dan kepentingan relatif masing-masing, dan mengenai apa
yang ditawarkan merk tertentu, mungkin dengan menguraikan panjang lebar
keunggulan mereka lewat media cetak.
Tingkah laku membeli yang mengurangi ketidakcocokanTingkah laku membeli konsumen dalam situasi yang bercirikan keterlibatan konsumen yang tinggi tetapi sedikit perbedaan yang dirasakan diantara merek. Tingkah laku membeli yang mengurangi ketidakcocokan terjadi ketika konsumen amat terlibat dalam pembelian barang yang mahal, jarang dibeli dan beresiko tetapi melihat sedikit perbedaan diantara merek.
Tingkah laku membeli yang mengurangi ketidakcocokanTingkah laku membeli konsumen dalam situasi yang bercirikan keterlibatan konsumen yang tinggi tetapi sedikit perbedaan yang dirasakan diantara merek. Tingkah laku membeli yang mengurangi ketidakcocokan terjadi ketika konsumen amat terlibat dalam pembelian barang yang mahal, jarang dibeli dan beresiko tetapi melihat sedikit perbedaan diantara merek.
Ø
Tingkah
laku membeli yang merupakan kebiasaan
Tingkah
laku membeli yang menjadi kebiasaan terjadi di bawah kondisi keterlibatan
konsumen yang rendah dan perbedaan merek yang dirasakan besar. Konsumen
tampaknya mempunyai keterlibatan yang rendah dengan kebanyakan produk yang
mempunyai harga murah dan sering dibeli.
Dalam
hal ini, tingkah laku konsumen tidak diteruskan lewat urutan keyakinan – sikap
– tingkah laku yang biasa. Konsumen tidak mencari informasi secara ekstensif
mengenai merek mana yang akan dibeli. Sebaliknya, mereka secara pasif menerima
informasi ketika menonton televisi atau membaca majalah. Pengulangan iklan
menciptakan pengenalan akan merek bukan keyakinan pada merek. Konsumen tidak
membentuk sikap yang kuat terhadap suatu merek; mereka memilih merek karena
sudah dikenal. Karena keterlibatan mereka dengan produk tidak tinggi, konsumen
mungkin tidak mengevaluasi pilihan bahkan setelah membeli. Jadi, proses membeli
melibatkan keyakinan merek yang terbentuk oleh pembelajaran pasif, diikuti
dengan tingkah laku membeli, yang mungkin diikuti atau tidak dengan evaluasi.
Karena pembeli tidak memberikan komitmen yang kuat pada suatu merek, pemasar
produk yang kurang terlibat pada beberapa perbedaan merek seringkali seringkali
menggunakan harga dan promosi penjualan untuk merangsang konsumen agar mau
mencoba produk.
Tingkah laku membeli yang mencari variasi
Tingkah laku membeli yang mencari variasi
Konsumen
menjalani tingkah laku membeli yang mencari variasi dalam situasi yang ditandai
oleh keterlibatan konsumen rendah, tetapi perbedaan merk dianggap berarti.
Dalam kategori produk seperti ini, strategi pemasaran mungkin berbeda untuk merk yang menjadi pemimpin pasar dan untuk merk yang kurang ternama. Perusahaan akan mendorong pencarian variasi dengan menawarkan harga rendah, penawaran khusus, kupon, sampel gratis, dan iklan yang menunjukkan alasan untuk mencoba sesuatu yang baru.
Dalam kategori produk seperti ini, strategi pemasaran mungkin berbeda untuk merk yang menjadi pemimpin pasar dan untuk merk yang kurang ternama. Perusahaan akan mendorong pencarian variasi dengan menawarkan harga rendah, penawaran khusus, kupon, sampel gratis, dan iklan yang menunjukkan alasan untuk mencoba sesuatu yang baru.
Proses
Keputusan Membeli
Menurut
Kotler dalam Hendra (2001:162) tahap-tahap yang dilewati pembeli untuk mencapai
keputusan membeli melewati lima tahap, yaitu:
a.
Pengenalan kebutuhan
b.
Pencarian Informasi
c.
Evaluasi alternatif
d.
Keputusan Membeli
e.
Tingkah laku pasca pembelian.
Adapun
penjelasannya adalah sebagai berikut:
a.
Pengenalan kebutuhan
Proses
membeli dimulai dengan pengenalan kebutuhan dimana pembeli mengenali adanya
masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan nyata dan
keadaan yang diinginkan.
b.
Pencarian informasi
Seorang
konsumen yang sudah terkait mungkin mencari lebih banyak informasi tetapi mungkin
juga tidak. Bila dorongan konsumen kuat dan produk yang dapat memuaskan ada
dalam jangkauan, konsumen kemungkinan akan membelinya. Bila tidak, konsumen
dapat menyimpan kebutuhan dalam ingatan atau melakukan pencarian informasi yang
berhubungan dengan kebutuhan tersebut.
Menurut Kotler dalam Hendra (2001:162) kosumen dapat memperoleh informasi dari beberapa sumber. Sumber ini termasuk:
Menurut Kotler dalam Hendra (2001:162) kosumen dapat memperoleh informasi dari beberapa sumber. Sumber ini termasuk:
1)
Sumber pribadi : keluarga, teman, tetangga, kenalan
2)
Sumber komersial : iklan, wiraniaga, agen, kemasan, pajangan.
3)
Sumber publik: media massa, organisasi penilai konsumen
4)
Sumber pengalaman : penanganan, pemeriksaan, menggunakan produk.
Pengaruh
relatif dari sumber informasi ini bervariasi menurut produk dan pembeli. Pada
umumnya, konsumen menerima sebagian besar informasi mengenai suatu produk dari
sumber komersial, yang dikendalikan oleh pemasar. Akan tetapi, sumber paling
efektif cenderung sumber pribadi. Sumber pribadi tampaknya bahkan lebih penting
dalam mempengaruhi pembelian jasa. Sumber komersial biasanya memberitahu
pembeli, tetapi sumber pribadi membenarkan atau mengevaluasi produk bagi
pembeli. Misalnya, dokter pada umumnya belajar mengenai obat baru cari sumber
komersial, tetapi bertanya kepada dokter lain untuk informasi yang evaluatif.
Evaluasi
Alternatif
Tahap dari proses keputusan
membeli, yaitu ketika konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merk
alternatif dalam perangkat pilihan. Konsep dasar tertentu membantu menjelaskan
proses evaluasi konsumen. Pertama, kita menganggap bahwa setiap konsumen
melihat produk sebagai kumpulan atribut produk. Kedua, konsumen akan memberikan
tingkat arti penting berbeda terhadap atribut berbeda menurut kebutuhan dan
keinginan unik masing-masing. Ketiga, konsumen mungkin akan mengembangkan satu
himpunan keyakinan merek mengenai dimana posisi setiap merek pada setiap
atribut. Keempat, harapan kepuasan produk total konsumen akan bervariasi pada
tingkat atribut yang berbeda. Kelima, konsumen sampai pada sikap terhadap merek
berbeda lewat beberapa prosedur evaluasi. Ada konsumen yang menggunakan lebih
dari satu prosedur evaluasi, tergantung pada konsumen dan keputusan pembelian.
Bagaimana konsumen mengevaluasi
alternatif barang yang akan dibeli tergantung pada masing-masing individu dan
situasi membeli spesifik. Dalam beberapa keadaan, konsumen menggunakan
perhitungan dengan cermat dan pemikiran logis. Pada waktu lain, konsumen yang
sama hanya sedikit mengevaluasi atau tidak sama sekali; mereka membeli
berdasarkan dorongan sesaat atau tergantung pada intuisi. Kadang-kadang
konsumen mengambil keputusan membeli sendiri; kadang-kadang mereka bertanya
pada teman, petunjuk bagi konsumen, atau wiraniaga untuk memberi saran
pembelian.
Pemasar harus mempelajari pembeli
untuk mengetahui bagaimana sebenarnya mereka mengevaluasi alternatif merek.
Bila mereka mengetahui proses evaluasi apa yang sedang terjadi, pemasar dapat
membuat langkah-langkah untuk mempengaruhi keputusan membeli.
Keputusan
Membeli
Dalam tahap evaluasi, konsumen
membuat peringkat merek dan membentuk niat untuk membeli. Pada umumnya,
keputusan membeli konsumen adalah membeli merek yang paling disukai, tetapi dua
faktor dapat muncul antara niat untuk membeli dan keputusan untuk membeli.
Faktor pertama adalah sikap orang lain, yaitu pendapat dari orang lain mengenai
harga, merek yang akan dipilih konsumen. Faktor kedua adalah faktor situasi
yang tidak diharapkan, harga yang diharapkan dan manfaat produk yang
diharapkan. Akan tetapi peristiwa-peristiwa yang tak diharapkan bisa menambah
niat pembelian.
Tingkah laku pasca pembelian
Tahap dari proses keputusan
pembeli, yaitu konsumen mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli
berdasarkan pada rasa puas atau tidak puas. Yang menentukan pembeli merasa puas
atau tidak puas dengan suatu pembelian terletak pada hubungan antara harapan
konsumen dengan prestasi yang diterima dari produk. Bila produk tidak memenuhi
harapan, konsumen merasa tidak puas, bila memenuhi harapan konsumen merasa
puas, bila melebihi harapan konsumen akan merasa puas.
Konsumen mendasarkan harapan mereka
pada informasi yang mereka terima dari penjual, teman dan sumber-sumber yang
lain. Bila penjual melebih-lebihkan prestasi produknya, harapan konsumen tidak
akan terpenuhi dan hasilnya ketidakpuasan. Semakin besar antara kesenjangan
antara harapan dan prestasi, semakin besar ketidakpuasan kosumen. Hal ini
menunjukkan bahwa pembeli harus membuat pernyataan yang jujur mengenai prestasi
produknya sehingga pembeli akan puas.
III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, kita mengambil kesimpulan
bahwa sudah selayaknya perusahaan memiliki Strategi Pemasarannya sendiri
sebelum mereka menjalankan ataupun memasarkan produk / jasanya. Strategi
pemasaran yang dibuat hendaknya haruslah mempertimbangkan situasi dan keadaan
perusahaan baik keadaan intern perusahaan itu sendiri atau lingkungan mikro
perusahaan, maupun keadaan ekstern perusahaan atau yang dikenal dengan
lingkungan makro perusahaan. Perusahaan yang berjaya mampu mempertahankan serta
meningkatkan lagi penjulannya ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan yang
telah berhasil menetapkan strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya
dengan tepat.
Adapun penentuan strategi bersaing hendaknya dilakukan dengan
mempertimbangkan kepada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar.
Karena perusahaan yang besar mungkin dapat menerapkan stretegi tertentu yang
jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula sebaliknya,
bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan
strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan
lebih baik daripada perusahaan besar.
Pada pemasaran jasa sekalipun,
strategi banyak memberikan keuntungan yang bersumber dari efektifitas pemasaran
jasa dari rangkaian – rangkaian rencana dan strategi yang baik. Semakin baik
promosi dan strategi guna menghadapi persaingan dengan pasar khususnya pada
pemasaran jasa maka akan semakin mampu perusahaan tersebut bertahan dan bahkan
menjadi semakin terdepan dengan loyalitas pemakai jasa tersebut.
3.2 Saran
Setelah mempelajari secara seksama
dengan segala pembahasan yang telah diuraikan dengan detail maka kami dari
kelompok 4 memiliki sedikit saran yang kiranya juga dapat bermanfaat bagi kami
khususnya dan bagi teman – teman kelompok lain pada umumnya. Diantaranya adalah
agar senantiasa memperhatikan etika dalam pemasaran barang ataupu jasa baik
secara strategi maupun implementasi di pasar yang banyak ditawarkan produk
maupun jasa khhususnya. Kaidah – kaidah yang berlaku baik dari segi agama
maupun budaya juga tetap harus diperhatikan agar tidak menjadi ranah potensi
konflik dalam pemasaran jasa tersebut. Jika semua unsur-unsur tersebut dapat
berjalan dengan baik dan beriringan maka bukan tidak mungkin tujuan yang ingin
dicapai dari awal serta strategi yang telah dicanangkan semua akan mendapatkan
keuntungan yang sangat diharapkan dengan tambahan nilai positif dan loyalitas
pelanggan yang semakin meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Kotler,P.(2000).Manajemen Pemasaran:Analisis,Perencanaan
dan Pengendalian.(5th,Ed). Jakarta:Erlangga
Tjiptono,F.(2002).Strategi Pemasaran (2nd,Ed).Yogyakarta:Andi
OffsetHurriyati,R.(2005).
Bauran pemasaran dan loyalitas
konsumen.Bandung:ALFABETACravens,David W(1996).Pemasaran
strategis.Jakarta:Erlangga
Lamb, Charles W dan Hair, Joseph F, 2001, Pemasaran,
buku 1, Jakarta, Salemba Empat
Tjiptono, Fandy, 2005, Pemasaran Jasa, Edisi-1, Banyumedia, Malang-Jakarta Timur
Tjiptono, Fandy, 2005, Pemasaran Jasa, Edisi-1, Banyumedia, Malang-Jakarta Timur
Komentar
Posting Komentar